PSG Kalah, Fans Ricuh, dan Bus Pemain Tertahan di Parkiran

Klub bertabur bintang, Paris Saint-Germain menelan kekalahan atas Rennes pada pekan kesembilan Ligue 1 musim 2021/22. Penderitaan para pemain PSG bahkan tidak cukup sampai di situ. Sebab, selepas pertandingan ada insiden kericuhan yang melibat suporter kedua tim di luar stadion. Hal ini memaksa bus Lionel Messi dan kolega tertahan di tempat parkir untuk waktu yang cukup lama.

PSG menyambangi markas Rennes pada Minggu (03/10) malam WIB. Laga yang dihelat di Roazhon Park tersebut dimenangi oleh tim tuan rumah dengan skor 2-0. Dua gol yang tercipta pada pertandingan ini dicetak oleh Gaetan Laborde dan Flavien Tait.

Bagi PSG ini adalah kekalahan perdana mereka di musim kompetisi 2021/22. Skuat asuhan Mauricio Pochettino itu juga gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di musim ini. Parahnya lagi, kendati sudah menurunkan skuat terbaiknya, Les Parisiens tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan mengarah ke gawang.

Bus PSG Tertahan di Parkiran

Pertandingan antara Rennes kontra PSG berlangsung cukup panas tidak hanya di atas lapangan saja melainkan juga di luar lapangan. Fans kedua tim terlibat bentrok dan bahkan situasi di luar stadion dikabarkan cukup kacau.

Dilansir dari The Mirror, kekacauan ini membuat para pemain kesulitan untuk meninggalkan area stadion. Lionel Messi dan para pemain PSG lainnya bahkan harus menunggu di parkiran untuk waktu yang cukup lama. Pasalnya, bus yang mereka tumpangi tidak disarankan untuk melewati kerumunan massa yang berkumpul di depan stadion.

Kondisi lebih mencekam justru dialami oleh pemain Rennes. Mereka harus bersembunyi lantaran terjebak di tempat yang salah. Pemain tim tuan rumah harus bersembunyi untuk menghindari hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi. Beruntung, tidak ada laporan adanya pemain yang menderita luka.

Kerusuhan di Sepakbola Prancis

Keributan antar suporter memang kerap terjadi di Prancis akhir-akhir ini. Pada musim 2020/21 kemarin, terjadi sebuah keributan besar pasca pertandingan PSG melawan Marseille. Di musim ini juga sudah terjadi beberapa kejadian buruk lainnya.

Pada 22 Agustus lalu, terjadi kericuhan di stadion pada pertandingan antara Nice menghadapi Marseille. Salah seorang pemain Marseille, Dimitry Payet bahkan menerima lemparan botol dari arah tribun. Pertandingan ini tidak bisa dilanjutkan karena situasi yang sangat tidak kondusif. Nice selaku tuan rumah pun mendapatkan sanksi pengurangan satu poin dan tiga laga tanpa penonton.

Kericuhan di sepakbola Prancis bukan hanya terjadi di level domestik saja. Pada laga Marseille kontra Galatasaray di pentas Liga Europa, pendukung kedua kesebelasan terlibat keributan. Kedua suporter saling melemparkan suar dari tribun penonton.

Menteri Pendidikan Nasional, Pemuda, dan Olahraga Prancis, Jean-Michel Blanquer nampak begitu geram dengan rangkaian kejadian kerusuhan di pentas sepakbola. Ia pun memberikan wacana akan ada hukuman larangan masuk stadion bagi mereka yang terlibat kericuhan.

“Dahulu, beberapa klub telah sukses mengakhiri hooliganisme yang tentu tidak dapat diterima ini. Orang-orang yang memiliki perilaku seperti ini harus dilarang masuk ke dalam stadion,” ujar Blanquer.

“Kita harus bertindak tegas. Orang-orang seperti ini sudah merusak citra olahraga, khususnya sepakbola,” tegasnya.

Kendati gagal meraih poin dari lawatan ke markas Rennes, PSG masih kokoh di puncak klasemen sementara Ligue 1. Mereka menduduki peringkat teratas dengan koleksi 24 poin dari sembilan pertandingan. Lionel Messi dkk unggul enam poin dari Lens yang berada satu strip di bawah mereka.

Sama seperti musim-musim sebelumnya, PSG masih dijagokan untuk menjuarai Ligue 1 musim jika menilik pasar taruhan di 188BET. Hal ini cukup wajar mengingat Les Parisiens memiliki barisan pemain top di skuat mereka.

Check Also

Peringatan Louis van Gaal untuk Frenkie de Jong

Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, meminta para pemainnya untuk bermain dengan optimal dan …